Masyarakat di sekitar wilayah Tanah Abang khususnya para pedagang sangat berperan penting di dalam nya. Pasalnya, mereka adalah penduduk pribumi alias orang yang sudah lama dan menetap di daerah tersebut. Hubungan penjual satu dan yang lain sangat dekat dan bergantungan. Tidak ada jarak anatara mereka meskipun mereka harus bersaing untuk mencari pelanggan dan mendapatkan rezeki. Untuk masalah sisi lokasi, Tanah Abang memiliki posisi yang sangat strategis. Betapa tidak, lokasi yang berada di ibu kota Indonesia yaitu Jakarta dan dekat dari arah manapun salah satu alasan pembeli untuk mendatangi lokasi ini. Alasan utama nya juga karena pasar yg cukup tersohor di kota Jakarta ini menawarkan banyak barang dengan harga yang relatif murah.
Tanah Abang yang sudah cukup lama meramai kan industri ekonomi di Indonesia sudah perkembang pesat dari tahun ke tahun. Awalnya pasar ini hanya memiliki sedikit penjual dan tempatnya pun belum nyaman alias masih sangat tradisional. Namun keadaan sekarang sangat berbeda dengan keadaan lampau. Pasar Tanah Abang kini sudah di penuhi penjual dan setiap penjual memiliki pelanggan setia nya. Tidak hanya penduduk lokal, tetapi dari luar daerah sampai turis mancanegara kerap datang untuk berbelanja disini.
Yang menarik nya pada pasar Tanah Abang ini adalah, pasar ini adalah pasar penjual tekstil tebesar di Asia. dan seperti yang sudah dibahas sebelum nya Pasar ini sangat di minati oleh masyarakat karena harga nya yang terjangkau dan barang yang di tawarkan pun sangat beragam.
Minggu, 24 Juni 2012
Jumat, 27 April 2012
UNESCO Lakukan Penilaian Budaya dan Wisata Pulau Nias
Medan, (Analisa)
UNESCO melakukan penilaian terhadap pengembangan sumber daya budaya dan wisata di Pulau Nias. Proses penilaian dilakukan pada September 2006 yang mengambil fokus wilayah di Desa Bawomataluo Teluk Dalam Nias Selatan. Setelah penilaian tersebut, Desa Bawomataluo dipilih menjadi desa percontohan.
Demikian terungkap dalam acara Stakeholders Meeting Nias Cultural Heritage Development di Gedung Rektorat Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (25/5).
Dalam acara ini hadir Gubernur Sumut yang diwakili Kepala Bapedaldasu Prof Syamsul Arifin SH MH, Deputy Director UNESCO Jakarta Han Qunli, Ketua Harian Komisi UNESCO Indonesia Dr Arief Rachman, Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laia, Kepala Penelitian Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Junus Satrio Atmojo dan Kepala BRR Perwakilan Nias William P Sabandar.
Deputy Director UNESCO Jakarta Han Qunli menyatakan, hasil penilaian yang dilakukan UNESCO dan ICOMOS (International Council on Monument and Site) antara lain menyebutkan pembangunan pariwisata budaya mestilah menjadi bagian terpadu dalam perencanaan dan program pembangunan pemerintah pada tingkat nasional, regional dan lokal.
WARISAN DUNIA
Selain itu, penilaian juga juga menyatakan Pulau Nias memiliki potensi untuk masuk ke dalam Daftar Warisan Dunia. Pulau ini memiliki saujana budaya di mana nilai-nilai tradisi masih terwujud kuat dalam bentuk hubungan antar sosial, lingkungan geografis, artefak kebudayaan dan lainnya yang menjadi sebuah proses yang utuh.
“Hingga kini budaya tradisional di Pulau Nias masih melekat dalam kehidupan masyarakat. Tak heran bila situs-situs megalit dan artefak, perkampungan tradisional, kekayaan bahasa, kerajinan tanggan dan arsitektur tradisional masih terdapat di pulau tersebut,” sebutnya.
Lebih lanjut dikatakannya, upaya perlindungan terhadap pelestarian warisan lingkungan hidup dan budaya menjadi hal penting yang harus diperhatikan pemerintah dan lembaga non pemerintah.
Program-program pemetaan budaya, pemberdayaan hubungan masyarakat dan pelestarian sumber daya harus menjadi bagian terpadu dari rencana pembangunan pariwisata budaya di Pulau Nias.
Untuk itu, UNESCO-ICOMOS bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Program Pasca Sarjana Arsitektur USU dan UNDP Jakarta menggelar pertemuan multipihak untuk pembangunan warisan kebudayaan Nias. (msm)
Sumber: Analisa Daily, 26 Mei 2007
UNESCO melakukan penilaian terhadap pengembangan sumber daya budaya dan wisata di Pulau Nias. Proses penilaian dilakukan pada September 2006 yang mengambil fokus wilayah di Desa Bawomataluo Teluk Dalam Nias Selatan. Setelah penilaian tersebut, Desa Bawomataluo dipilih menjadi desa percontohan.
Demikian terungkap dalam acara Stakeholders Meeting Nias Cultural Heritage Development di Gedung Rektorat Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (25/5).
Dalam acara ini hadir Gubernur Sumut yang diwakili Kepala Bapedaldasu Prof Syamsul Arifin SH MH, Deputy Director UNESCO Jakarta Han Qunli, Ketua Harian Komisi UNESCO Indonesia Dr Arief Rachman, Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laia, Kepala Penelitian Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Junus Satrio Atmojo dan Kepala BRR Perwakilan Nias William P Sabandar.
Deputy Director UNESCO Jakarta Han Qunli menyatakan, hasil penilaian yang dilakukan UNESCO dan ICOMOS (International Council on Monument and Site) antara lain menyebutkan pembangunan pariwisata budaya mestilah menjadi bagian terpadu dalam perencanaan dan program pembangunan pemerintah pada tingkat nasional, regional dan lokal.
WARISAN DUNIA
Selain itu, penilaian juga juga menyatakan Pulau Nias memiliki potensi untuk masuk ke dalam Daftar Warisan Dunia. Pulau ini memiliki saujana budaya di mana nilai-nilai tradisi masih terwujud kuat dalam bentuk hubungan antar sosial, lingkungan geografis, artefak kebudayaan dan lainnya yang menjadi sebuah proses yang utuh.
“Hingga kini budaya tradisional di Pulau Nias masih melekat dalam kehidupan masyarakat. Tak heran bila situs-situs megalit dan artefak, perkampungan tradisional, kekayaan bahasa, kerajinan tanggan dan arsitektur tradisional masih terdapat di pulau tersebut,” sebutnya.
Lebih lanjut dikatakannya, upaya perlindungan terhadap pelestarian warisan lingkungan hidup dan budaya menjadi hal penting yang harus diperhatikan pemerintah dan lembaga non pemerintah.
Program-program pemetaan budaya, pemberdayaan hubungan masyarakat dan pelestarian sumber daya harus menjadi bagian terpadu dari rencana pembangunan pariwisata budaya di Pulau Nias.
Untuk itu, UNESCO-ICOMOS bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Program Pasca Sarjana Arsitektur USU dan UNDP Jakarta menggelar pertemuan multipihak untuk pembangunan warisan kebudayaan Nias. (msm)
Sumber: Analisa Daily, 26 Mei 2007
penjual dan pemilik usaha kain, Mulyadi
Pada kali ini saya mewawancarai pedagang sekaligus pemilik dari toko kain di Tanah Abang. Bapak Mulyadi yang asal nya memang dari Jakarta tinggal di Jalan Kebon Dalem keluarahan Kampung Bali RT 04 RW 06 no 19 E yang lahir di Tanah abang memang bertujuan untuk menyambung hidup dalam mendirikan usaha kain ini. Beliau yang mengurus mulai dari pencarian barang sampai proses penjualan. Di daerah nya, memang hampir semua kerabat nya adalah seorang pedagang sama seperti dirinya. Hubungan dengan kerabat nya memang tidak selalu mulus nyata nya di tanah abang kebanyakan pelaku bisnisnya hampir semuanya tidak menyenangkan, tapi sampai sekarang saya baik baik saja" ini tidak menyenangkan gara gara para pelaku bisnisnya pada lalai dalam hal pembayaran.
Rabu, 28 Maret 2012
Kereta Tercepat Di dunia
China berhasil menguji coba kereta terbaru buatan dalam negeri dengan kecepatan hingga 486 km/jam. Ujicoba kereta super cepat itu dilakukan di atas rel yang menghubungkan dua kota utama di China, Beijing dan Shanghai, Jumat 3 Desember 2010.
Menurut kantor berita Xinhua, ini merupakan kereta komersil tercepat yang pernah dibuat China. Dengan demikian, China kini mulai bersaing dengan negara-negara maju dalam membangun sistem transportasi canggih yang cepat dan efisien.
Kantor berita Associated Press mengungkapkan, kereta TGV di Prancis melaju hingga 574 km/jam dalam ujicoba 2007. Empat tahun sebelumnya, Jepang berhasil menggerakkan kereta ekspress Shinkansen yang berkecepatan hingga 581 km/jam.
Siaran televisi China menampilkan betapa cepatnya kereta baru mereka itu, dari kejauhan tampak seperti peluru putih yang berdesing saat melewati ladang-ladang pertanian di China bagian timur.
Bila menumpang kereta biasa, perjalanan dari Beijing dan Shanghai bisa memakan waktu lima jam. Namun, dengan kereta baru itu, waktu tempuh bisa dipangkas setengahnya.
Proyek jaringan kereta baru itu memakan anggaran US$32,5 miliar dan merupakan bagian dari program raksasa China untuk menghubungan semua kota besar dengan kereta-kereta super cepat. Program ini juga akan mengganti jaringan kereta lama, yang sudah tidak mampu menampung kapasitas penumpang.
China sudah dikenal sebagai negara pemilik jalur kereta cepat terpanjang di dunia. Negara komunis itu bahkan berencana membangun jaringan rel kereta hingga sepanjang 13.000 km pada 2012 dan 16.000 km pada 2020.
Pejabat kereta api juga menargetkan bisa memproduksi kereta super cepat yang mampu melaju hingga lebih dari 500 km/jam.
Langganan:
Postingan (Atom)